Senin, 09 November 2009

Sajak Pertama



SAJAK KETUKAN




Perempuan datang atas nama cinta

Penuh kasih dan setia

Cintanya penuh Kharisma

Seindah pesona bunga khatulistiwa

Cinta membuai rasa

Mengisi serpihan didalam dada

Cinta penuh gelora asmara

Berbunga mekar disetiap hatinya

Cintamu tlah mengisi relung hatiku

Mungkinkah masih ada cinta selain diriku?





Disaat Kelamnya waktuku

Hanya akan ada mimpi dan harapan

Dalam sinar terang terciptalah semu

Mungkinkah kau masih berkenan berjumpa denganku?

Melebur asa menjadi tawa seperti sediakala dulu

Terciptalah indah pesonanya bintang di waktu malam

Disaat ku terpejam hanya tuk sekedar memanjakan nafas sejukku

Aku masih teringat sapaan lemput manja dalam balutan kasih sayang

Menembus dinding nadiku yang hampir sirna

Janji itu masih terpatri rapih

Menjadi sebuah rajutan cinta yang suci

Terikrarkan sebuah doa

Dalam setiap pencerahan diri

Dan aku sadar akan itu...





Ketika perasaan itu telah hadir dalam diriku entah apa yang harus aku lakukan, mungkinkah hanya sekedar menyapanya atau menyambutnya dengan sunguhan yang ramah dan santun sehingga ia bisa duduk dengan tenang dan sopan ditempatnya. Seharusnya aku bisa mempersiapkannya ketika ia kulihat hendak mengetuk pintu hatiku, mengintip dan mencoba menyelinap masuk kedalamnya hingga aku bertanya- tanya siapa gerangan yang berani mengganggu ketenanganku.

Kutanya ” Siapa Namanya”

”Cinta” jawabnya singkat

Kutanya ”Dari mana kau berasal”

”Dari ketulusan jiwa atas pengorbanan” jawabnya lagi.

Lalu alasan apa lagi yang harus ku lantunkan agar ia dapat ku cegah untuk masuk kedalam sisi kehidupanku dan jiwaku....



IBU

Sebingkai senyum di wajah sayumu

Mengisyaratkan cinta yang besar bagiku

Menorehkan pesona keanggunan di gaun kasih sayangmu

Membenci...

Bukan alasan pudarnya perhatianmu

Padaku..

Betapa lembutnya belaian tanganmu

Disaat aku mulai tertidur lelap

Dalam malam indahku..

Dan kau mulai panjatkan doa yang tulus

Sebagai tanda kesetiaanmu

Oh..Ibu

Terima kasih atas segala kesediaanmu

Membesarkanku dalam anggan dan harap

Hingga aku mulai tersadar

Bahwa inilah

Makna hidup yang sesungguhnya...








Semenjak kau datang dalam kehidupanku

Kau tlah memberi warna baru dalam hari-hariku

Membuat kehidupanku terasa hidup kembali

Tapi..

Mengapa tiba-tiba kau menghentikannya

Berat rasanya menerima semua ini

Kau tlah terlanjur mengubah hidupku

Merubah jati diriku

Oh..tidak

Terlalu naif bagiku melakukannya

Entah apa yang ada padaku saat ini

Hanya penyesalan jawabnya

Penyesalan mengapa ku tlah mencintaimu

Mencintai insan yang tlah salah menempatkannya

Hanya sebuah kata

Yang tlah merubah sikapmu

Padaku...

Membuat kegelisahan padaku

Kini kau tlah pergi jauh

Menghapus senyum di bibirku..