
Perempuan datang atas nama cinta
Penuh kasih dan setia
Cintanya penuh Kharisma
Seindah pesona bunga khatulistiwa
Cinta membuai rasa
Mengisi serpihan didalam dada
Cinta penuh gelora asmara
Berbunga mekar disetiap hatinya
Cintamu tlah mengisi relung hatiku
Mungkinkah masih ada cinta selain diriku?
Disaat Kelamnya waktuku
Hanya akan ada mimpi dan harapan
Dalam sinar terang terciptalah semu
Mungkinkah kau masih berkenan berjumpa denganku?
Melebur asa menjadi tawa seperti sediakala dulu
Terciptalah indah pesonanya bintang di waktu malam
Disaat ku terpejam hanya tuk sekedar memanjakan nafas sejukku
Aku masih teringat sapaan lemput manja dalam balutan kasih sayang
Menembus dinding nadiku yang hampir sirna
Janji itu masih terpatri rapih
Menjadi sebuah rajutan cinta yang suci
Terikrarkan sebuah doa
Dalam setiap pencerahan diri
Dan aku sadar akan itu...
Ketika perasaan itu telah hadir dalam diriku entah apa yang harus aku lakukan, mungkinkah hanya sekedar menyapanya atau menyambutnya dengan sunguhan yang ramah dan santun sehingga ia bisa duduk dengan tenang dan sopan ditempatnya. Seharusnya aku bisa mempersiapkannya ketika ia kulihat hendak mengetuk pintu hatiku, mengintip dan mencoba menyelinap masuk kedalamnya hingga aku bertanya- tanya siapa gerangan yang berani mengganggu ketenanganku.
Kutanya ” Siapa Namanya”
”Cinta” jawabnya singkat
Kutanya ”Dari mana kau berasal”
”Dari ketulusan jiwa atas pengorbanan” jawabnya lagi.
Lalu alasan apa lagi yang harus ku lantunkan agar ia dapat ku cegah untuk masuk kedalam sisi kehidupanku dan jiwaku....
IBU
Sebingkai senyum di wajah sayumu
Mengisyaratkan cinta yang besar bagiku
Menorehkan pesona keanggunan di gaun kasih sayangmu
Membenci...
Bukan alasan pudarnya perhatianmu
Padaku..
Betapa lembutnya belaian tanganmu
Disaat aku mulai tertidur lelap
Dalam malam indahku..
Dan kau mulai panjatkan doa yang tulus
Sebagai tanda kesetiaanmu
Oh..Ibu
Terima kasih atas segala kesediaanmu
Membesarkanku dalam anggan dan harap
Hingga aku mulai tersadar
Bahwa inilah
Makna hidup yang sesungguhnya...
Semenjak kau datang dalam kehidupanku
Kau tlah memberi warna baru dalam hari-hariku
Membuat kehidupanku terasa hidup kembali
Tapi..
Mengapa tiba-tiba kau menghentikannya
Berat rasanya menerima semua ini
Kau tlah terlanjur mengubah hidupku
Merubah jati diriku
Oh..tidak
Terlalu naif bagiku melakukannya
Entah apa yang ada padaku saat ini
Hanya penyesalan jawabnya
Penyesalan mengapa ku tlah mencintaimu
Mencintai insan yang tlah salah menempatkannya
Hanya sebuah kata
Yang tlah merubah sikapmu
Padaku...
Membuat kegelisahan padaku
Kini kau tlah pergi jauh
Menghapus senyum di bibirku..

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar